×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

OMZET PEKAN RAYA KAJEN 2019 CAPAI RP 10 MILIAR LEBIH

17 September 2019

KAJEN – Omzet Pekan Raya Kajen (PRK) 2019 mencapai Rp 10,5 Milyar dengan rincian Rp 10 milyar transaksi cash/tunai dan Rp 500 juta menggunakan transaksi non tunai atau dengan Brizzi. Selain itu jumlah pengunjung selama PRK berlangsung mencapai 400 ribu orang.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dari laporan panitia dalam Penutupan Pekan Raya Kajen (PRK) 2019 di Alun-alun Kajen, Minggu (15/9/2019) malam.

Bupati KH. Asip juga berterima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara PRK, dan pengemasannya yang tampil beda dari biasanya. Kali ini ditekankan dengan mengangkat seni, komunitas dan produk unggulan di Kabupaten Pekalongan.



“Kreatifitas anak-anak muda Kabupaten Pekalongan saya kira sangat membanggakan. Semuanya disajikan oleh anak muda Kabupaten Pekalongan,” kata Bupati.

PRK 2019 ini sukses dikunjungi oleh banyak orang, dan dari aspek bisnis juga menguntungkan terutama dari pedagang kuliner. Dibuktikan bahwa stand terbaik dalam transaksi Brizzi jatuh ke Lapak Kopi. “Itu menandakan bahwa budaya kopi juga berkembang pesat di Kabupaten Pekalongan. Produknya yaitu kopi giling dan bukan kopi gunting,” jelas Bupati Asip.

Menurut Bupati kedepan akan ada perbaiki dan dievaluasi lagi supaya PRK tahun depan semakin baik. Selain itu juga bisa menjadi ajang promosi produk unggulan, dan pengenalan destinasi wisata serta penyampaian informasi tentang pencapaian pembangunan yang disosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan.

“Kita akan sempurnakan acara PRK ini pada tahun depan, kita akan tambah lagi contennya dengan menampilkan produk khas Kabupaten Pekalongan sebanyak mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj Hindun, MH. sangat mengapresiasi kegiatan acara PRK 2019 ini. Ada beberapa inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini dari Disperindagkop karena sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dan juga perlu ada evaluasi dari berbagai aspek.

“Tentunya yang baik harus terus ditingkatkan dan yang kurang baik harus diperbaiki lagi supaya baik,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat menurut laporan dari dinas juga cukup tinggi, transaksinya juga lumayan tinggi tetapi harus ditingkatkan lagi dan kedepan harus semakin lebih baik.

Terkait dengan potensi yang ditampilkan sebenarnya sudah cukup bagus, ada 4 zona yang ditampilkan diantaranya zona keluarga, zona multi produk, kuliner dan zona OPD dan instansi. Potensi dari masyarakat seperti kuliner dan UMKM harus digali lagi dan masyarakat yang belum berpartisipasi dalam PRK tahun ini diharapkan tahun depan bisa mengikuti.

“Secara garis besar acara PRK 2019 ini saya kira sudah bagus, tetapi harus dibenahi lagi supaya tahun depan lebih bagus lagi,” tutupnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Ir. Hurip Budi Riyantini dalam laporannya menyampaikan, peserta PRK diibagi 4 zona, yaitu zona keluarga, multiproduk, kuliner, OPD/instansi serta melibatkan pedagang kali lima (PKL) tidak kurang dari 500 pedagang, Acara penunjang yaitu kesenian tradisional, live music, yang tampil grup grup dari kabupaten pekalongan dan sekitarnya, juga ada tari ,talk show dan sebagainya. yang ini melibatkan tidak kurang dari 11 komunitas, terdiri dari 1.916 orang. (red)

Publisher : aris

Galeri Video