• +62 285 381781
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Vaksin Covid-19 Bukan Obat, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PANDEMI Covid-19 melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah berusaha  keras agar bisa bangkit dari keterpurukan. Upaya yang dilakukan antara lain dengan terus menyosialisasikan cara pencegahannya dengan menerapkan 5 M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Selain protokol tersebut, pemerintah juga menyelenggarakan program vaksinasi. Namun, di tengah-tengah dilaksanakannya program tersebut, masih banyak pertanyaan yang ada di benak masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19.

Namun, sebelum mengulik lebih jauh mengenai Vaksin Covid-19, mari kita fahami terlebih dahulu apa itu imunisasi atau vaksinasi dan vaksin itu sendiri.

Dalam Buku Saku #infovaksin dari www.covid19.go.id, dijelaskan, pengertian Imunisasi yaitu  suatu upaya pembentukan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terkena penyakit yang sama, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. 

 

Sementara itu, vaksin adalah produk biologis yang berisi antigen yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Mengenai Vaksin Covid-19, pertanyaan yang sering muncul antara lain Apakah Vaksin Covid-19 adalah obat?. Laman resmi covid-19 www.covid19.go.id menyatakan bahwa Vaksin Covid-19 bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.

Selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, upaya perlindungan yang bisa kita lakukan adalah disiplin 3M : Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker dengan benar, serta menjaga jarak dan jauhi kerumunan.

Pertanyaan umum lainnya yaitu tentang bagaimana skema penahapan pemberian vaksin di Indonesia?. Di tahapan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.

Apakah Vaksin Covid-19 juga tersedia untuk anak-anak?. Saat ini, uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.

Apakah Vaksin Covid-19 juga akan diberikan pada masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun?. Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19.

Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diuji cobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.

Apakah Vaksin Covid-19 Melindungi secara jangka panjang?. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19.

Targetkan 60% Penduduk Dapatkan Vaksin Covid-19

Seberapa ampuh vaksin Covid-19 melindungi kita dari penularan?. Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Bagaimana cara vaksin bekerja?. Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

Apakah terdapat efek samping dari pemberian vaksin?. Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab. Pekalongan

  


© 2022 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan. All Rights Reserved.