Admin
Kamis, 9 Juli 2026
Kajen - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat kualitas penyebarluasan informasi publik dengan meningkatkan kompetensi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan para pegiat media sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Konten Digital yang digelar di Aula Lantai 2 Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua Narasumber yang sudah kompeten di bidangnya yaitu wartawan desk Kajen Radar Pekalongan, Triyono yang juga sebagai ketua PWI Kabupaten Pekalongan mengisi materi tentang dasar-dasar jurnalistik. Kemudian hadir pula Creative Director PT. Bengkel Sinema Indonesia, Andy Prasetyo, S.T., M.Kom., mengisi materi tentang konten video digital.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar dalam menulis berita serta memproduksi konten digital yang informatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan melalui pendampingan setelah kegiatan berlangsung. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan dan komunitas masing-masing.
"Harapannya, teman-teman KIM dan pengelola media sosial dapat menjadi jembatan informasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan masyarakat. Mereka tidak hanya mampu membuat berita yang baik, tetapi juga menghasilkan konten visual menggunakan kamera digital maupun telepon genggam," ujar Supriyadi.
Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan tersebut pun cukup tinggi. Dinkominfo membatasi jumlah peserta sebanyak 25 orang agar proses belajar lebih efektif. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat, sehingga kuota tersebut telah terpenuhi hanya dalam waktu sekitar satu jam sejak pendaftaran dibuka, sehingga masih ada sejumlah calon peserta yang belum dapat terakomodasi.
Pelatihan yang diselenggarakan secara gratis ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak penyampai informasi yang kompeten dan mampu mendukung keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan melalui karya jurnalistik dan konten digital yang berkualitas.
Salah seorang peserta, Eko dari Kecamatan Kedungwuni, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari sesi pertama pelatihan, khususnya mengenai teknik penulisan berita. Sebagai admin media sosial di salah satu lembaga pendidikan di Sekolah Alam Pekalongan, ia menilai materi yang disampaikan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas publikasi berbagai kegiatan sekolah.
"Materi tentang penulisan berita sangat bermanfaat bagi saya. Nantinya bisa diterapkan saat membuat artikel mengenai kegiatan sekolah. Selain itu, narasumber yang menyampaikan materi juga berpengalaman sehingga penyampaiannya mudah dipahami," ujarnya.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Sarkipul dari Kecamatan Tirto, menilai pelatihan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan KIM di setiap kecamatan perlu terus diaktifkan agar penyebarluasan informasi publik berjalan lebih efektif sekaligus menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
"Harapannya, KIM di setiap kecamatan semakin aktif sehingga benar-benar menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, maupun sebaliknya," katanya.
Teks pendukung ini dapat ditempatkan setelah paragraf penutup agar berita terasa lebih hidup dengan menghadirkan perspektif peserta sebagai penguat tujuan kegiatan.
(RKS/Reza).