Admin
Jumat, 11 September 2026
Radio Kota Santri (RKS) Dinkominfo Kabupaten Pekalongan memperkuat perannya sebagai media komunikasi publik melalui podcast “Ngopi Bareng Mas Kirman” yang digelar di Wisata Lolong Adventure, Kamis (10/09/2026). Dikemas secara interaktif, podcast ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan media daerah agar semakin adaptif terhadap perkembangan digital. Episode perdana tersebut terselenggara melalui sinergi Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa pengembangan RKS menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, media milik daerah perlu terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Kehadiran podcast dinilai dapat membuat penyampaian informasi pemerintahan berlangsung lebih komunikatif, interaktif, dan mudah diterima masyarakat.
"Ini merupakan sinergitas dalam hal kita mendorong penyiaran dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kita memiliki Radio Kota Santri sendiri, dan ini akan terus kita tingkatkan karena sarana ini penting untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat," ujar Sukirman.
Menurut Sukirman, format podcast juga memberikan kesempatan untuk membangun komunikasi dua arah sehingga pemerintah dapat memperoleh berbagai masukan, aspirasi, maupun keluhan masyarakat secara lebih langsung. Ke depan, keberlangsungan “Ngopi Bareng Mas Kirman” akan didukung melalui penguatan kolaborasi antara Pemkab Pekalongan, Dinkominfo, dan KPID Jawa Tengah.
Pembahasan dalam podcast nantinya tidak terbatas pada isu pemerintahan. RKS juga membuka ruang bagi narasumber dari berbagai bidang, seperti pengamat ekonomi dan politik, untuk mengulas persoalan strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Pengembangan pariwisata dan peluang investasi menjadi salah satu isu yang dapat diangkat. Selain itu, konsep dialog juga berpeluang dikembangkan dengan menghadirkan masyarakat secara langsung dalam suasana “ngopi bareng”, dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Perwakilan KPID Provinsi Jawa Tengah, Huda, turut memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan RKS Dinkominfo Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kehadiran ruang dialog semacam ini sejalan dengan prinsip penyiaran lokal yang sehat dan demokratis, terutama dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta berinteraksi secara terbuka dengan pemerintah.
"Keberadaan program ini sangat bagus dan masuk dalam kategori tersebut. Semoga LPPL Radio Kota Santri ini bisa menjadi percontohan bagi LPPL di seluruh Jawa Tengah maupun di Indonesia," ungkap Huda.
KPID Jawa Tengah berharap RKS dapat mempertahankan sekaligus mengembangkan inovasi penyiarannya secara berkelanjutan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta dukungan sarana dan prasarana juga dinilai penting agar RKS mampu menghasilkan produk jurnalistik yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan media penyiaran yang dipadukan dengan platform digital, RKS Dinkominfo Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin hadir sebagai ruang komunikasi publik yang informatif, interaktif, dan responsif. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan informasi mengenai pembangunan, kemasyarakatan, dan penyelenggaraan pemerintahan dapat diterima masyarakat secara efektif, transparan, dan menjangkau lebih luas.