KAJEN – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-399 yang jatuh tepat pada hari ini, Rabu 25 Agustus 2021 ditutup dengan Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kab. Pekalongan ke-399 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan yang diantaranya mengagendakan mendengarkan sambutan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, S.E., M.M. dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan beserta Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pj. Sekretaris Daerah, dan tamu instansi terkait.
Mengawali sambutannya, Fadia mengajak seluruh komponen penyelenggara Pemerintahan dan masyarakat agar menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 399 ini sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. “Dengan kebersamaan, kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, InsyaAllah berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses membangun Kabupaten Pekalongan dapat kita atasi bersama,” tegasnya.
Diungkapkan Fadia, pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dan hasil integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), DPRD, sektor swasta dan masyarakat, oleh karena itu Bupati pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada para Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran Aparatur Sipil Negara/ Para Birokrat, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi dan penghargaan, diantaranya mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama 5 kali berturut-turut sejak tahun 2016 hingga tahun 2021, Program Kudu Sekolah masuk Top 45 KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik), Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya dari Presiden RI tahun 2021 dan lain sebagainya
Fadia menegaskan bahwa berbagai penghagaan tersebut memberikan konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar bagi dirinya dan jajarannya, untuk senantiasa meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas di semua penyelenggara pemerintahan, masyarakat dan swasta. Namun disamping berbagai keberhasilan dan capaian yang telah diraih, masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan bersama, yang meliputi permasalahan - permasalahan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kondisi tersebut diakui Fadia telah memacu dan memotivasinya beserta Bapak H. Riswadi, S.H. yang belum genap seratus hari mendapatkan amanah dan mandat rakyat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, untuk lebih bekerja nyata dengan memberdayakan semua potensi yang ada demi mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong.
Rabu, 25 Agustus 2021
PANDEMI Covid-19 melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah berusaha keras agar bisa bangkit dari keterpurukan. Upaya yang dilakukan antara lain dengan terus menyosialisasikan cara pencegahannya dengan menerapkan 5 M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.
Selain protokol tersebut, pemerintah juga menyelenggarakan program vaksinasi. Namun, di tengah-tengah dilaksanakannya program tersebut, masih banyak pertanyaan yang ada di benak masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19.
Namun, sebelum mengulik lebih jauh mengenai Vaksin Covid-19, mari kita fahami terlebih dahulu apa itu imunisasi atau vaksinasi dan vaksin itu sendiri.
Dalam Buku Saku #infovaksin dari , dijelaskan, pengertian Imunisasi yaitu suatu upaya pembentukan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terkena penyakit yang sama, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menargetkan 138.555 warganya mendapatkan vaksin Covid-19 yang akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021. Target tersebut meliputi Tahap I diberikan terhadap tenaga kesehatan sebanyak 2.814 orang, tahap II terhadap petugas pelayanan publik sebanyak 70.528 orang dan lansia (usia ≥ 60 tahun) sebanyak 65.213 orang.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes, di ruangannya, baru-baru ini. “Kami optimistis target vaksinasi tersebut tercapai, namun tetap tergantung pada ketersediaan vaksin,” tutur Setiawan. Ditambahkan, sampai sekarang tidak ada kendala dalam pengiriman vaksin.
Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II Tahun 2020 sebanyak 966.418 orang.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, BambangRuswanto, SKM., M.Kes didampingi Kasi Surveilans dan Imunisasi, Casmudi S.Kep, MM mengatakan, hingga 11 Mei 2021, jumlah sasaran yang sudah divaksin untuk dosis pertama : 28.129 (20,30%) dan dosis kedua: 22.492 (16,23%).
Vaksin tersebut diberikan dengan rincian sebagai berikut :
Dalam sambutannya, Fadia menyampaikan bahwa Peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid-19. Walaupun perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut Fadia mengungkapkan, sebagai bentuk komitmen dalam upaya menekan dan memerangi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengusung tema Hari Jadi tahun ini, yaitu Kita Kukuh, Kita Teguh Kita Tangguh, Corona Lumpuh. Tema tersebut mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid-19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan.” Tema tersebut juga sangat relevan dengan Tema Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia yang belum lama kita peringati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujarnya.
Tak lupa Fadia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewarnai Kabupaten Pekalongan dengan mengimplementasikan dan mengembangkan potensi lokal dalam setiap kegiatan serta meningkatkan kinerja agar pembangunan Kabupaten Pekalongan lebih membawa manfaat besar bagi masyarakat. “Kita harus berperan aktif, bahu-membahu dan bersinergi menghadapi tantangan yang ada dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbaunya.
Menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, Seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Seluruh Kepala SKPD, ASN jajaran Pemkab Pekalongan dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan atas partisipasi dan kinerjanya dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan daerah. “Semoga Allah SWT, Tuhan YME senantiasa membimbing dan meridhoi setiap niat luhur dan upaya kita dalam mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong,” ungkap Bupati. (dian’s)
KAJEN - Memperingati Hari Jadi ke – 399 tepatnya pada 25 Agustus 2021, Jajaran pemkab Pekalongan menggelar apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan. Para peserta apel mengenakan kostum kebaya dan beskap. Apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di halaman Pendopo Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq S.E.,M.M. dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi S.H.,Pj. Sekda Drs. Budi Santoso, M.Si serta tamu lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Fadia menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid 19. Meski perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun Bupati mengingatkan agar kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Fadia menuturkan, tema ‘Kita Kukuh, Kita Teguh, Kita Tangguh, Corona Lumpuh’ pada peringatan Hari Jadi ke – 399 kali ini mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid-19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan. Tema tersebut juga sangat relevan dengan tema Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia yang belum lama diperingati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa dirinya menyadari tidak mudah mewujudkan visi misinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati, yakni mewujudkan masyarakat Kabupeten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong di tengah suasana pandemi seperti sekarang ini.
“Walaupun sudah banyak yang telah kita lakukan dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, namun harus kita akui masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan menyangkut fungsi–fungsi pemerintahan. Oleh karena itu, saya berharap peringatan Hari Jadi ke-399 ini menjadi momentum bangkitnya spirit atau semangat baru bagi seluruh pihak di dalam Organisasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan dalam mendukung dan mewujudkan visi misi Bupati,” ujar Fadia
Disamping itu Fadia juga berharap adanya peningkatan kinerja dari seluruh aparatur pemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. (Ar-Kominfo)
Rabu, 25 Agustus 2021
KAJEN – Sejak digulirkan aduan masyarakat terhadap layanan Pemerintah, Whatsapp Lapor Bupati menjadi primadona masyarakat menyampaikan uneg-unegnya ke Pimpinan Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut terungkap saat evaluasi lapor Bupati beberapa waktu lalu. Sebanyak 69 aduan warga masuk sejak kurun waktu pertengahan Juli hingga akhir juli 2021.
Menurut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M. terobosan Lapor Bupati Ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Dimana program Lapor Bupati merupakan suatu program sebagai sarana penampungan aspirasi dan pengaduan dari masyarakat secara langsung guna meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan program dan kinerja dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M. menambahkan saat ditemui usai melakukan kegiatan evaluasi aduan masyarakat melalui aplikasi Whatsapp ini di Ruang Kerja Bupati, pada Jumat (30/7/2021), bahwa Ia sangat menyambut baik program Lapor Bupati ini, karena menurut Fadia, dengan program ini maka tidak akan ada jarak antara pimpinan dan masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat bisa secara langsung melaporkan apa saja permasalahan yang ada di bawah dengan melapor kepada dirinya selaku bupati Pekalongan melalui program tersebut. ‘’Karena saya tidak mau berita yang datang ke bupati itu selalu berita yang bagus-bagus saja. Melainkan saya mau berita yang real dari masyarakat, sehingga Lapor Bupati ini bukan hanya satu sarana saja, karena seminggu sekali akan saya cek semua,’’ kata Bupati Fadia Arafiq.
Fadia melanjutkan, pada dasarnya tujuan dibentuknya program Lapor Bupati adalah dalam rangka untuk mendapatkan aspirasi secara langsung dan meningkatkan pengawasan eksternal pemerintahannya melalui laporan dari masyarakat. Sehingga semua hal terkait kegiatan pelayanan publik yang diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan mulai dari tingkat desa sampai kabupaten diketahui kualitasnya. ‘’Saya mau masyarakat Kabupaten Pekalongan itu tidak ada jarak antara pimpinan dengan masyarakat. Semua yang terjadi di bawah saya berharap bisa mendapatkan laporan langsung dari masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, Fadia juga menambahkan bahwa mayoritas pengaduan masyarakat adalah terkait jalan yang rusak, permintaan perbaikan infrastruktur, masyarakat yang tidak memperoleh bantuan dan pengaduan tentang pelayanan kesehatan. Untuk itu Ia berusaha untuk segera melakukan tindakan untuk mengentaskan permasalahan yang diadukan oleh masyarakat tersebut. ‘’Saya tadi telah melihat secara langsung, dan saya baca satu per satu dan yang saya rasa harus segera saya sikapi saya print langsung terus saya disposisi ke dinas-dinas terkait,’’ jelasnya.
Fadia juga berharap, dengan program Lapor Bupati ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa merasa lebih aman dan nyaman karena bisa melaporkan permasalahan yang dialaminya secara langsung kepada bupati. ‘’Saya benar-benar ingin masyarakat Kabupaten Pekalongan ini melalui program Lapor Bupati bisa merasa mempunyai orangtua sekaligus pemimpin yang dapat melindungi mereka, karena dengan program ini saya akan bisa lebih dekat dengan masyarakat saya,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 30 Juli 2021
KAJEN - Usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021 -2026 oleh Gubernur Jawa Tengah pada Minggu (27/06 ) di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, hari ini Senin 28 Juni 2021 dilaksanakan Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Pekalongan masa jabatan 2016-2021 kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa Jabatan 2021-2026 serta serah terima Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen. Acara Serah Terima Jabatan digelar secara langsung dengan protokol kesahatan yang ketat dan disiarkan pula secara live streaming. Tampak hadir dalam Acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta istri, Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026 Fadia Arafiq SE.,MM beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Ir Arini Harimurti beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan periode 2021-2026 Riswadi SH beserta istri, Ketua DPRD kabupaten/kota, Forkopimda kabupaten/kota, Plh Sekda M. Yulian Akbar S.Sos., M.Si beserta seluruh OPD yang hadir dan para tamu undangan. Tampak pula Kepala Biro Otonomi Daerah dan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang hadir secara virtual mewakili Gubernur.
Acara Serah terima Jabatan ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2021-2026. Kemudian dilanjutkan penyerahan buku memori jabatan Bupati Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021.Disusul Penandatanganan berita acara serah terima jabatan Ketua TP PPK dan Ketua Dekranasda, dilanjutkan penyerahan buku memori.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan periode 2016-2021, Asip Kholbihi SH.,M.Si mengatakan bahwa pada waktu dirinya dilantik, ia beserta wakil Bupati diberi mandat spesifik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Ada dua hal besar yang harus diselesaikan, yaitu persoalan kemiskinan dan penanggulangan rob. Dua program instruksional Gubernur Alhamdulilah bisa kita laksanakan meskipun saya sadar itu belum sempurna. Angka kemiskinan, kita berhasil menurunkan sampai single digit pada tahun 2019. Untuk penanggulangan rob, Alhamdulilah disamping kita sudah melakukan upaya-upaya taktis strategis, dengan bantuan pemerintah pusat maupun pemprov, program ini cukup berhasil meskipun masih harus disempurnakan," papar Asip.
Disamping program instruksional itu, Asip juga membeberkan pihaknya sudah melaksanakan apa yang menjadi mandat dari RPJMD. "Sehingga Alhamdulilah wajah kesejahteraan, setidak-tidaknya menurut para ahli indicator makro kita mengarah ke wajah kesejahteraan yang bisa dihadirkan selama 5 (lima) tahun ini. Terbukti dari peningkatan Produk Domestik Rasional Bruto kita yang sekarang sudah 25,24 juta perkapita per tahun. Saya meyakini dan tentu kita harus mendukung semua agar bu Fadia dan pak Riswadi nanti akan semakin meningkatkan lagi indeks perkapita kita. Karena itu adalah salah satu indikator dari makna kesejahteraan yang tentu menjadi tanggung jawab kita semua sebagai pemimpin, " ungkapnya.
Selanjutnya melalui momentum Serah terima Jabatan Bupati Wakil Bupati tersebut, atas nama pribadi dan Ibu Arini (Wakil Bupati), Asip menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan yang telah bahu membahu, dukung mendukung sepenuhnya serta mendoakan agar proses jalannya roda pembangunan di kabupaten Pekalongan dari masa ke masa, dari pemimpin ke pemimpin selanjutnya tetap berjalan dengan baik.
Mengakhiri sambutannya, Asip juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak, terutama instansi vertikal yang atas kerjasamanya stabilitas daerah dan kondusifitas masyarakat bisa berjalan dengan baik. Selain itu ia juga berterimakasih kepada lembaga DPRD, seluruh jajaran ASN yang menunjukkan kinerja yang cukup baik. Demikian juga kepada para tokoh ormas, tokoh politik yang telah sangat berjasa.
"Sekali lagi saya menyampaikan selamat bertugas kepada Bu Fadia dan Pak Riswadi, maturnuwun sanget kepada Bu Arini dan Pak Antono dan kepada kawan-kawan saya mengucapkan jazakumulloh akhsanal jaza," pungkasnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026, Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan singkatnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati Wakil Pekalongan periode 2016-2021,Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Ir. Arini Harimurti yang selam 5 (lima) tahun ini menurutnya telah membangun kabupaten Pekalongan dengan sangat baik dan ia juga meminta ide ataupun masukan untuk membangun kabupaten Pekalongan.
"Saya berharap melalui visi misi saya, terwujudnya masyarakat kabupaten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong dapat terjalankan dengan baik. Pada masa musim covid ini memang harus kita sikapi dengan bijak, kita juga harus memikirkan ekonomi masyarakat kabupaten Pekalongan. Kehidupan harus tetap berjalan, tapi protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan. Saya minta kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan, semua teman-teman Forkopimda untuk bisa memperkecil covid 19 yang zonanya dari merah ke hijau," pinta Fadia. (Ar-Kominfo)
Senin, 28 Juni 2021
KAJEN – Bupati dan Wakil Bupati Periode 2021-2026 Fadia Arafiq dan Riswadi diharapkan bisa menyempurnakan upaya penanggulangan kemiskinan dan rob di Kabupaten Pekalongan yang telah dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode sebelumnya.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Periode 2016-2021, Asip Kholbihi dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupatii Pekalongan Masa Jabatan 2016-2021 kepada Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 sekaligus Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan,Senin (28/6/2021). Sertijab juga disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dua hal besar tersebut, merupakan mandat yang diberikan Gubernur Jawa Tengah saat melantik dirinya dan Arini Harimurti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021. “Dua program instruksional gubernur sudah kami laksanakan,meskipun saya sadari, itu belum sempurna”, ujar Asip.
Lebih lanjut Asip mengutarakan, kemiskinan, dari tahun 2016, yang semula di atas rata-rata Jawa Tengah, berhasil diturunkan hingga ke single digit pada tahun 2019. Namun,pada tahun 2020, karena adanya pandemi, kembali pada angka 10,1 persen. ”Tapi saya percaya,dengan kerja keras Ibu Fadia dan Bapak Riswadi didukung jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa kembali lagi ke single digit, bahkan hingga serendah-rendahnya,” ujar Asip.
Disamping program instruksional tersebut, Asip bersama dengan wakilnya, Arini Harimurti, juga telah melaksanakan mandat RPJMD Kabupaten Pekalongan, sehingga, menurutnya, wajah kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah nampak. Dikatakan, PDRB Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 masih sekitar20 juta per kapita per tahun dan saat ini sudah mencapai 25 juta lebih per kapita per tahun.
“Kami sadar, masih banyak program yang belum kita lakukan, masih ada janji yang belum kami tuntaskan, “Masih ada yang bolong-bolong, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa,” ungkap dia. Oleh karena itu, melalui momentum Sertijab hari itu, Asip atas nama pribadi maupun sebagai Bupati Periode 2016-2021 bersama Arini Harimurti menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur, mulai dari Wakil Bupati, Forkompinda, Sekda dan jajaran ASN dan para kades/lurah serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah mendukungnya dalam melaksanakan pembangunan selama lima tahun.
Asip melanjutkan, terkait penanggulangan rob, alhmadulillah pihaknya telah melaksakanannya dengan upaya-upaya taktis strategis dengan bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun pendanaan APBD. Menurutnya, upaya tersebut sudah cukup berhasil, namun perlu disempurnakan. “Saya meyakini Ibu Fadia dan Bapak Riswadi bisa menyelesaikan dan menyempurnakan program penanggulangan rob di sepanjang 10 kilometer pantai kita,” ucap Asip.
[Gambar]
Dukung Pemimpin Baru
Dalam kesempatan tersebut, Asip mengajak seluruh elemen dan masyarakat Kabupaten Pekalongan mendukung pemimpin yang baru. “Kita harus mendukung, bahu-membahu, dukung-mendukung sepenuhnya, dan berdoa, agar roda pemerintahan dari pemimpin satu dan selanjutnya tetap berjalan dengan baik,sesuai dengan yang diamanatkan rakyat,” kata Asip.
Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026, Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi dan luar biasa kepada bupati dan wakil bupati sebelumnya, Asip Kholibihi dan Arini Harimurti yang menurutnya, selama lima tahun ini membangun Kabupaten Pekalongan dengan sangat baik. “Dan saya pada kesempatan ini, mohon maaf jika pada saat berkampanye, ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak Asip. Begitu kampanye selesai, selesai. Pak Asip adalah sahabat saya,” ungkap Fadia.
Fadia berharap Asip Kholibi dan Antono (Bupati Periode sebelumnya) dapat membantu pihaknya dengan memberikan masukan dan ide-ide untuk membangun Kabupaten Pekalongan bersama-sama. Fadia berharap cita-cita melalui visi-misinya bersama dengan Wakil Bupati Riswadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera,Adil, Merata (SETARA) dan Berbudaya Gotong Royong” dapat terwujud dengan baik.
Berkaitan dengan Pandemi Covid-19, menurut Fadia, harus disikapi dengan bijak. “Kehidupan harus tetap jalan, namun protokol kesehatan harus tetap ditegakkan,” . Oleh karena itu, dia meminta kerja sama yang baik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan Forkompinda Kabupaten Pekalongan agar hal ini bisa terwujud.
Dalam acara tersebut , juga dilakukan serah terima jabatan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua Dekranasda Masa Bhakti 2016-2021 Ny. Munafah Asip Kholbihi kepada Ny. Widi Ro’ati Riswadi sebagai Ketua TP PKK Masa Bhakti 2021-2026 dan Tuan. Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda.
Senin, 28 Juni 2021
KAJEN – Fadia Arafiq – Riswadi resmi menjadi Bupati - Wakil Bupati Pekalongan setelah diambil sumpahnya dan dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu (27/6/2021) pagi. Pelantikan dihadiri undangan terbatas dan disiarkan secara live streaming melalui channel You Tube Pemprov Jawa Tengah.
Fadia – Riswadi dilantik sebagai Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan setelah unggul dari pasangan Asip Kholbihi – Sumarwati dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2020. Sebelumnya, Fadia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan Periode Tahun 2011-2016 berpasangan dengan Bupati Antono.
Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya memberikan apresiasi karena pelantikan yang dilaksanakan pada Hari Minggu. “Begitu saya diminta untuk melantik pada Hari Minggu, saya bersemangat. Sepertinya anda akan mengambil inisiatif dan mengikhlaskan diri tanpa kenal waktu, hari libur pun anda bekerja, Hari Minggu, untuk bekerja melayani rakyat,” ungkap Ganjar. Oleh karena itu, dia berharap momen tersebut dapat dijadikan pengingat. “Mulai hari ini, anda bersama Bapak Riswadi akan membawa kapal Kabupaten Pekalongan untuk menyelesaikan persoalan, yang pas anda dilantik, situasinya bukan situasi yang baik-baik saja, situasinya yang tidak mudah,” tutur Ganjar.
[Gambar]
(Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo saat melantik Hj. Fadia Arafiq dan H. Riswadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Periode 2021-2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang dan disiarkan melalui Channel Youtube Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pekalongan, Minggu (27/6/2021) )
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyampaikan pesan-pesan, yang pertama, agar Bupati dan Wakil Bupati untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme,serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.
Pesan kedua, yaitu, tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung maupun tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai ketentuan. “ Saya ingatkan dari awal, jika birokrasi masih ke kiri dan ke kanan, seringkali off side, undang Tim Kopsurgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK. Nanti akan dilihat mitigasi pencegahan korupsi di daerah itu seperti apa. Kalau tidak gratifikasi bentuk-bentuk hadiah, biasanya komisi-komisi,” ujar Ganjar.
Sektor-sektor yang rawan gratifikasi atau komisi di daerah, menurut Ganjar, antara lain lelang atau pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, dan perijinan. “Kalau jabatan diganti karena kompetensinya, monggo (silakan). Tapi tidak dengan jual beli jabatan,”imbuh Ganjar.
Pesan Ganjar lainnya terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, yaitu, bersikap transparan, jujur, objektif, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. “Layani masyarakat dengan mudah, murah, cepat, transparan dan akuntabel, maka tugas Anda selesai,” jelas Ganjar.
Selain hal-hal tersebut, Ganjar juga berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru saja dilantik, siap-siap menjadi babunya (pembantu) rakyat, bukan ndoronya (majikannya) rakyat. “Anda akan diperintah sesuai dengan janji-janji kampanye. Belum mencari tempat tidur, belum mencari plasma konvalesen, belum mencari makanan warga yang diisolasi, bagaimana. Atau nanti jika anda disambati rumah sakit yang kekurangan oksigen. Siap-siap, maka jika kita gagal mencegah masyarakat tetap berkeliaran tanpa masker, maka ini alarm buat kita, bahaya,” ujar Ganjar berpesan.
Pesan selanjutnya yaitu Menghindari pertentangan, conflict of interest dalam pelaksanaan tugas, memberikan contoh kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-undang dalam pelaksanaan tugas terutama terhdap karyawan yang dalam pengawasan di lingkungan kerja. Dan akan menyampaikan informasi penyimpangan integritas di Kabupaten Pekalongan dan turut menjaga.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PP PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan oleh Ny. Atiqoh Ganjar Pranowo. Ny.Widi Roati Riswadi dilantik sebagai Ketua TP PKK dan Bapak Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Masa Bhakti 2021-2026.
Minggu, 27 Juni 2021
KAJEN - Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), selain kesiapan infrastruktur, juga yang terpenting segera dibenahi adalah berkaitan sumber daya manusia dan data. Hal ini dungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat melaunching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) dalam rapat dinas di aula lantai I Setda, Senin ( 07/06) siang. Rapat dinas sekaligus launching SPBE dihadiri pula wakil Bupati Ir. Arini HArimurti, Penjabat (Pj )Sekda Ir Bambang Irianto M.Si beserta para asisten dan staf ahli, para kepala OPD dan para camat.
Dijelaskan Bupati, launching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) di kabupaten Pekalongan yang berupa banyak hal diantaranya command center, seluruh jejaring aplikasi nanti terpusat semua termasuk Kajen Satu Data. “ Semua kita sesuaikan dengan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik. Kemudian yang paling penting ujungnya adalah untuk peningkatan pelayanan publik agar seluruh OPD yang terlibat di dalam pelayanan publik bisa melayani masyarakat dengan mudah, terbuka dan cepat. Prinsip, kita selenggarakan good governance dengan piranti egov (electronic Government). Ini jawaban terhadap perkembangan masyarakat, ”ujar Bupati.
Selanjutnya Bupati memaparkan 2 (dua) tugas utama yang diembankan kepadanya saat dilantik menjadi Bupati periode 2016 - 2021, yaitu penanggulangan rob dan penurunan angka kemiskinan. “ Alhamdulilah meskipun angka kemiskinan kita dari hampir 13 % sekarang sudah 9 %, Ini terkoreksi lagi karena pandemi. Saya kira tidak ada masalah. Penanggulangan rob masih jalan, kerjasama penanggulangan rob dengan Belanda masih jalan dan yang lebih penting skema pendanaannya sudah siap,” ucap Bupati pada rapat dinas tersebut.
Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati berpesan agar program lama yang baik dipertahankan, dan visi misi pemimpin baru harus dikembangkan. “Apa gunanya mempertahankan pola lama yang baik, kemudian mencari program baru yang lebih baik sesuai dengan visi misinya? Ternyata gunanya adalah untuk kebaikan dan kebaikan seterusnya,” tegasnya.
Selain itu, ada program yang harus dilanjutkan, seperti penanganan rob, pengawalan pasar Wiradesa, penyelesaian pasar Kedungwuni, sampai fasilitasi terhadap perguruan tinggi harus dilanjutkan. “ Kemudian hari ini sedang dikerjakan PLBK KOTAKU di Buaran senilai hampir 47 M, dan program-program lain baik yang menyangkut politik afirmasi kita untuk menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Tak lupa dalam rapat dinas tersebut Bupati berpamitan dan mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan.
Senada dengan bupati, Wakil Bupati Ir Arini Harimurti juga mengucapkan terimakaish kepada rekan-rekan yang selama ini telah bekerja dengan sangat baik. Terbukti dari banyaknya indikator yang merupakan indikasi sebuah keberhasilan. Termasuk baru-baru ini penghargaan WTP yang keenam kali, maupun prestasi-prestasi yang lainnya.
“ Monggo dilanjut apa yang sudah baik ini, dilanjutkan dengan mempersiapkan diri untuk mengikuti gaya baru,” pintanya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Sekda Ir Bambang Irianto M.Si menerangkan rapat dinas kali ini juga akan dipaparkan kondisi situasi terakhir covid 19.
“Di kabupaten Pekalongan cukup mendapatkan apresiasi, beberapa minggu kemarin kita di posisi 2-3 terendah di Jawa Tengah. Tentu saja ini berkat kerjasama dan kerja keras, terutama kami mengapresiasi dijajaran kecamatan dengan forkopimcamnya. Yang kedua nanti akan dipaparkan oleh kepala Dinkominfo tentang Digitalisasi Pemerintah Daerah,” terang Sekda
Dalam paparannya, Kadinkes Setiawan Dwi Antoro SKM M Kes menyampaikan perkembangan covid 19 di kabupaten Pekalongan. “ Untuk angka kematian di kabupaten Pekalongan masih 3 terendah dari bawah. Angka kesembuhan meningkat, sampai minggu ini, 92,66%., “paparnya
Untuk pembagian zona, dijelaskan Kabupaten Pekalongan dari 19 kecamatan, saat ini zona merah tidak ada. Zona orange ada 16, Zona kuning 90 dan hijau 4389. Penilaian zonasi ini sudah tingkat RT. Sebagai upaya percepatan, kedepan upaya pencegahan akan digelorakan dalam hal ini vaksinasi covid 19.
Sedangkan sasaran imunisasi covid kabupaten Pekalongan total sebesar 605.921. Yang sudah dilakukan, untuk nakes sebanyak 2814 dan yang kedua untuk pelayan publik sebanyak 70.528.
“ Apa yang dilakukan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro seperti upaya tracking, testing, rakor di tingkat kecamatan luar biasa, kami pantau. Penegakan disiplin sampai ke pelosok desa, “ tambahnya
Selanjutnya kepala Dinkominfo Anis Rosidi Ssos.,M.Si dalam rapat dinas tersebut memaparkan perihal digitalisasi pemerintahan. Digitalisasi pemerintahan selain merupakan konsekuensi IoT juga merupakan tuntutan daripada reformasi birokrasi yang dicanangkan MenPAN-RB. “Jadi digitalisasi pemerintahan di pemerintah daerah merupakan salah satu perwujudan reformasi birokrasi melalui akselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,’ jelas Anis.
Dan menurutnya, digitalisasi pemerintahan tidak simple. Bukan hanya merubah tatap muka menjadi virtual, namun berkaitan dengan mindset pola pikir dan budaya kerja ASN. Ditambahkan pula saat ini sedang dikampanyekan oleh pemerintah pusat, yaitu literasi digital, tentang bagaimana agar seluruh masyarakat termasuk ASN, “melek” akan digital. (Ar-Kominfo)
Selasa, 8 Juni 2021
Sementara itu, vaksin adalah produk biologis yang berisi antigen yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
Mengenai Vaksin Covid-19, pertanyaan yang sering muncul antara lain Apakah Vaksin Covid-19 adalah obat?. Laman resmi covid-19 menyatakan bahwa Vaksin Covid-19 bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.
Selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, upaya perlindungan yang bisa kita lakukan adalah disiplin 3M : Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker dengan benar, serta menjaga jarak dan jauhi kerumunan.
Pertanyaan umum lainnya yaitu tentang bagaimana skema penahapan pemberian vaksin di Indonesia?. Di tahapan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.
Apakah Vaksin Covid-19 juga tersedia untuk anak-anak?. Saat ini, uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.
Apakah Vaksin Covid-19 juga akan diberikan pada masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun?. Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19.
Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diuji cobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.
Apakah Vaksin Covid-19 Melindungi secara jangka panjang?. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19.
Targetkan 60% Penduduk Dapatkan Vaksin Covid-19
Seberapa ampuh vaksin Covid-19 melindungi kita dari penularan?. Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
Bagaimana cara vaksin bekerja?. Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.
Apakah terdapat efek samping dari pemberian vaksin?. Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.
Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab. Pekalongan
Senin, 31 Mei 2021
Dosis ke-2 : 2.683 (95,34%)
Dosis ke-1 : 17.690 (25,08%)
Dosis ke-2 : 15.292 (21,68%)
Dosis ke-1 :7.558 (11,59%)
Dosis ke-2 : 4.517 (6,93%)
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dimulai pada tanggal 25 Januari 2021 di UPTD Puskesmas Kesesi. Vaksin pertama diterima Bupati dan Forkompinda, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pencanangan vaksin menandai dimulainya Vaksinasi Tahap I bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.Vaksin dosis ke-2 diberikan 14 hari kemudian.
Casmudi menjelaskan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Diease 2019 (Covid-19), sasaran pemberian vaksin sudah ditentukan antara lain dengan prioritas sebagai berikut:
Casmudi menegaskan, vaksin diberikan secara gratis, namun ketersediaan vaksin saat ini masih belum cukup untuk semua lapisan masyarakat, sehingga target vaksinasi belum bias mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga diberikakan dengan prioritas sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya “Masyarakat bias mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan vaksinasi yaitu pada sarana kesehatan, yaitu, Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Walaupun secara masal diselenggarakan di luar sarana kesehatan dan caranya sasaran akan dihubungi petugas melalui surat panggilan / pemberitahuan,” terang Casmudi.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI) yang serius yaitu derajat sedang sampai serius, sebagian kecil ada KIPI ringan seperti, mual muntah, pusing, merasa pegel lengan yang disuntik, dan akan hilang / sembuh dalam 24 jam.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi di dalam Gedung maupun di luar Gedung fasilitas kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) disiapkan emergency kit (obat dan alat) untuk penanganan KIPI, penanganan KIPI akan dilakukan sesuai derajatnya, juga disiagakan alat tranpostasi berupa ambulance yang siap untuk merujuk kerumah sakit apabila ada KIPI serius,” jelasnya.
Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bias divaksin, antara lain:
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Prof Wiku Adisasmito seperti diberitakan halaman www. mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19. Sejalan dengan itu, Indonesia juga berusaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan vaksin dari luar negeri dan mendorong produksi vaksin dalam negeri.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan jika berkaca dari embargo yang dilakukan India terhadap vaksin karena kasus Covid-19 melonjak. Dan PT Bio Farma akan terus meningkatkan kapasitas produksi vaksin Sinovac mencapai 25 juta dosis.
"Dengan ditingkatkannya kapasitas produksi vaksin ini, kebutuhan vaksin dalam negeri akan tercapai," katanya saat menjawab pertanyaan media dalam International Media Briefing, Selasa (14/04/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.
Pemerintah juga terus mengakselerasi pengembangan vaksin dalam negeri. Secara bersamaan, pemerintah juga terus mendiseminasikan informasi kepada masyarakat, tentang pentingnya vaksin untuk melindungi masyarakat dari terpapar. Dan sejauh ini pemerintah sudah 13,6 juta vaksin kepada masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin GotongRoyong. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab.Pekalongan.
Senin, 31 Mei 2021